Rechercher dans ce blog

Sunday, August 1, 2021

6 Cara Membersihkan Paru-paru dari Racun Akibat Rokok - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan setelah berhenti merokok, terutama bagi kesehatan paru-paru.

Oleh sebab itu, membersihkan paru-paru setelah berhenti merokok merupakan langkah yang sangat penting untuk dilakukan.

Racun dari rokok yang telah menumpuk dalam waktu lama tentu harus dibersihkan agar kerja paru-paru kembali optimal.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan paru-paru, meskipun tidak ada yang bisa berhasil secara cepat.

Kesabaran dan tekad yang kuat diperlukan agar paru-paru bersih kembali dan berfungsi normal seperti orang yang tidak pernah merokok.

Dilansir dari Healthline melalui KOMPAS.com, berikut ini cara membersihkan paru-paru dari racun akibat merokok.

Baca juga: Abu Rokok Bantu Tanaman Hias Tumbuh Subur dan Sehat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Konsumsi makanan anti-inflamasi

Cara membersihkan paru-paru dari racun akibat rokok bisa dilakukan dengan banyak mengonsumsi makanan anti-inflamasi. Beberapa jenis makanan terbukti ampuh meredakan peradangan dalam tubuh.

Beberapa makanan anti-inflamasi antara lain, blueberry, ceri, kubis, bayam, kacang almond, dan zaitun

2. Terapi uap

Sebuah studi di tahun 2018 menunjukkan, sekelompok kecil pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengalami peningkatan pernapasan setelah menggunakan masker uap.

Meski begitu, para pasien PPOK tersebut tidak merasakan peningkatan kesehatan paru-paru.

Akan tetapi, tak ada salahnya orang yang berhenti merokok mencoba terapi uap untuk mengencerkan lendir dan mengurangi peradangan di saluran pernapasan.

Baca juga: 10 Cara Ampuh Berhenti Merokok, Efektif Atasi Kecanduan

3. Minum minuman hangat

Menurut American Lung Association, lendir lebih mudah dihilangkan jika tubuh terhidrasi dengan baik.

Minum minuman hangat seperti teh dapat membantu mengencerkan lendir dari saluran pernapasan sehingga tidak sulit untuk dibersihkan.

4. Hindari polusi

Menghindari asap rokok, debu, dan bahan kimia berbahaya akan membantu menjaga fungsi paru-paru dengan baik.

Jika memungkinkan, jangan terlalu banyak menghabiskan waktu di luar ruangan ketika kualitas udara buruk.

5. Olahraga

Kepala bedah toraks di George Washington Medical Faculty Associates, dr. Keith Mortman mengatakan, olahraga sangat penting untuk orang yang telah berhenti merokok.

Baca juga: Berhenti Merokok, Pria Ini Bisa Kumpulkan Rp10 Juta, Begini Kisahnya

Membuat tubuh tetap aktif bergerak dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk memperbaiki dan membersihkan paru-paru.

Tak melulu olahraga berat, berjalan-jalan di luar rumah dan menghirup udara segar sudah cukup untuk menjaga kesehatan paru-paru.

6. Batuk

dr. Keith Mortman menjelaskan bahwa paru-paru perokok mungkin menyimpan banyak lendir yang bertahan bahkan setelah berhenti merokok.

Cara paling sederhana untuk membantu tubuh mengeluarkan lendir adalah dengan batuk. Lendir yang menumpuk dapat dikurangi dengan membuka sumbatan saluran udara yang lebih kecil untuk mendapatkan oksigen.

Sumber: KOMPAS.com

Adblock test (Why?)


6 Cara Membersihkan Paru-paru dari Racun Akibat Rokok - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Indonesia kembali amankan stok vaksin dari Moderna dan AstraZeneca - Kontan

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia kembali mendatangkan vaksin untuk memenuhi stok vaksin virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Total sebanyak 3,5 juta dosis vaksin Moderna telah didatangkan kembali oleh Indonesia. Selain itu, besok juga akan didatangkan sebanyak 620.000 dosis vaksin AstraZeneca.

"Alhamdulillah pada hari ini kita menerima kedatangan vaksin produksi Moderna dari Amerika Serikat melalui fasilitas Covax dan AstraZeneca dari Inggris yang merupakan sumbangan dari Pemerintah Kerajaan Inggris, hasil kerja sama bilateral Indonesia-Inggris,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangannya secara virtual, Minggu (1/8).

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 440 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap. Ketersediaan stok vaksin mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target vaksinasi bulan Agustus ini.

Targetnya, pemerintah akan menyuntikkan 2 juta dosis per hari. Sehingga hal tersebut aman mempercepat terciptanya kekebalan komunal atau herd immunity. "Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden pada bulan Agustus ini, hal ini penting karena semakin banyak penduduk Indonesia yang memiliki kekebalan, semakin baik di dalam melawan Covid-19," terang Muhadjir.

Baca Juga: Bio Farma sudah produksi 117,1 juta dosis bulk vaksin covid-19

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga hari ini terdapat 47,47 juta vaksinasi dosis pertama. Sementara total target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,26 juta orang.

Muhadjir menuturkan, kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat program vaksinasi, baik melalui pihak swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga-lembaga lainnya.

Bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bilang vaksin yang digunakan telah melalui berbagai proses pengujian. Sehingga telah terjamin khasiat serta kehalalannya. "Vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus tetap disertai disiplin 3M dan penguatan 3T di dalam melawan Covid-19," jelas Muhadjir.

Oleh karena itu, penerapan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus terus dilakukan. Selain itu pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan tracing, testing, dan treatment untuk mempercepat pemulihan kesehatan.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Indonesia kembali amankan stok vaksin dari Moderna dan AstraZeneca - Kontan
Read More

Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi... - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, wajib bekerja sangat keras jika ingin merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Sebab, lawan Greysia/Apriyani pada final Olimpiade Tokyo 2020 adalah mantan tunggal putri nomor satu dunia asal China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Dilihat dari jumlah gelar, Greysia/Apriyani kalah sangat jauh dari Chen/Jia.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu kali pertama dipasangkan dan mengikuti turnamen internasional pada 2017.

Selama empat tahun bermain bersama, Greysia dan Apriyani tercatat sudah mengoleksi delapan gelar juara, termasuk salah satunya adalah medali emas SEA Games 2019.

Baca juga: Greysia/Apriyani ke Final, Indonesia Pastikan Raihan Satu Medali dari Badminton

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Chen Qingchen dan Jia Yia Fan sudah mulai bermain bersama sejak 2014.

Pada awal kariernya, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan sempat bermain dua nomor sekaligus, yakni ganda campuran dan ganda putri.

Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan kemudian mulai fokus di nomor ganda putri sejak 2017.

Keputusan itu terbilang sangat tepat. Sebab, Chen/Jia sukses menjadi ganda putri nomor satu dunia pada November 2017.

Status ganda putri nomor satu dunia itu menjadi milik Chen/Jia setelah mereka berhasil meraih enam gelar juara sepanjang 2017.

Tiga dari enam gelar yang diraih Chen/Jia pada 2017 adalah Kejuaraan Dunia, China Open, dan juga Indonesia Open.

Baca juga: Final Olimpiade Tokyo 2020, Riwayat Pertemuan Greysia/Apriyani Vs Chen/Jia

Ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan merayakan kemenangan atas Kim So-yeong/Kong Hee-yong pada laga semifinal badminton Olimpiade Tokyo 2022, Sabtu (31/7/2021). AFP/ALEXANDER NEMENOV Ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan merayakan kemenangan atas Kim So-yeong/Kong Hee-yong pada laga semifinal badminton Olimpiade Tokyo 2022, Sabtu (31/7/2021).

Pada 2018, prestasi Chen/Jia melorot drastis setelah hanya mampu meraih satu gelar juara. Namun, satu gelar juara itu adalah medali emas Asian Games 2018.

Akibat penurunan prestasi, Chen/Jia harus kehilangan status ganda putri nomor satu dunia pada Agustus 2018.

Setahun berselang, Chen/Jia seperti mengamuk karena berhasil meraih total enam gelar juara sepanjang 2019.

Empat dari enam gelar juara yang diraih Chen/Jia pada 2019 adalah Kejuaraan Asia, China Open, BWF World Tour Finals, dan All England Open.

Baca juga: Tembus Final Olimpiade Tokyo, Greysia Kenang Momen Memulai Duet dengan Apriyani

Rentetan gelar tersebut membuat Chen/Jia kembali menduduki ranking satu dunia pada November 2019 hingga Maret 2020.

Secara keseluruhan, Chen/Jia tercatat sudah meraih total 25 gelar juara sejak dipasangkan pada 2014.

Berbeda dari Chen/Jia, Greysia/Apriyani belum pernah menduduki peringkat satu dunia.

Ranking tertinggi Greysia/Apriyani adalah enam yang bertahan sejak Februari 2021 hingga saat ini.

Dari segi rekor pertemuan, Greysia/Apriyani juga tertinggal jauh dari Chen/Jia.

Greysia/Apriyani dan Chen/Jia tercatat sudah pernah bertemu sembilan kali sebelum final Olimpiade Tokyo 2020.

Hasilnya, Greysia/Apriyani hanya mampu meraih tiga kemenangan dan harus menelan enam kekalahan dari Chen/Jia.

Baca juga: Final Badminton Olimpiade Tokyo, Kata Ganda Putri China soal Kualitas Greysia/Apriyani

Meski kalah dari segi rekor pertemuan, ranking, hingga perolehan gelar juara, Greysia/Apriyani tentu masih memiliki peluang mengalahkan Chen/Jia.

Sebab, segala sesuatu sangat mungkin terjadi, terutama di panggung sebesar Olimpiade.

Penampilan Greysia/Apriyani hingga berhasil meraih tiket final Olimpiade Tokyo 2020 juga sangat menjanjikan.

Greysia/Apriyani sempat mengalahkan ganda putri nomor satu dunia asal Jepang, Yuki Fukusima/Sayaka Hirota, pada laga terakhir Grup A.

Terkini, Greysia/Apriyani juga berhasil mengalahkan ganda putri nomor nomor empat dunia asal Korea Selatan, Lee Sohee/Shin Seungchan, pada semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia/Apriyani kala itu tampil sangat solid dan berhasil meraih kemenangan straight game dengan skor 21-19 dan 21-17 setelah bertarung selama 71 menit.

Publik Tanah Air tentu sangat berharap Greysia/Apriyani bisa membawa pulang medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, terlepas dari hasil final nanti, pencapaian dan perjuangan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020 sudah sangat membanggakan.

Baca juga: Kata Greysia/Apriyani Usai Memastikan Tambahan Medali bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Greysia/Apriyani nantinya akan berstatus ganda putri pertama Indonesia yang berhasil meraih medali Olimpiade.

Bagi Apriyani, pencapaian itu tentu sangat istimewa mengingat dirinya berstatus debutan pada Olimpiade Tokyo 2020.

Di sisi lain, Greysia Polii yang kini sudah berusia 33 tahun akhirnya berhasil mengakhiri penantiannya meraih medali Olimpiade.

Sebelumnya, Greysia Polii sudah pernah dua kali tampil di Olimpiade.

Greysia Polii melakoni debut Olimpiade pada 2012 di London ketika berpasangan dengan Meiliana Jauhari.

Empat tahun berselang, Greysia Polii kembali tampil di Olimpiade Rio 2016 dengan pasangan yang berbeda, yakni Nitya Krishinda Maheswari.

Dari dua partisipasi itu, prestasi terbaik Greysia Polii adalah mencapai babak perempat final Olimpiade Rio 2016.

Setelah berjuang selama sembilan tahun sejak debut, Greysia Polii kini berpeluang meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Laga final tunggal putri Olimpiade Tokyo 2020 antara Greysia/Apriyani vs Chen/Jia dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/8/2021) pukul 11.50 WIB.

Adblock test (Why?)


Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi... - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Anthony Sinisuka Ginting mengungkapkan sendiri penyebab kekalahannya dari Chen Long pada semifinal badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Perjalanan Anthony Sinisuka Ginting di Olimpiade Tokyo 2020 terhenti di semifinal. Dia disingkirkan oleh Chen Long (China).

Tunggal putra ranking lima dunia itu menyerah dua gim langsung 16-21, 11-21, dalam laga yang berlangsung di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Minggu (1/8/2021).

Dengan kekalahan ini, Ginting dipastikan gagal membawa pulang medali emas sektor tunggal putra ke Tanah Air.

Baca juga: Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Tunggal putra Indonesia terakhir yang berhasil mendapat medali emas Olimpiade adalah Taufik Hidayat pada 2004 di Athena, Yunani.

Anthony Ginting kecewa berat karena terhenti di semifinal pada penampilan pertamanya di ajang Olimpiade.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pada akhirnya atlet 24 tahun itu harus mengakui bahwa sang lawan, Chen Long, tampil lebih baik darinya.

Menurut Ginting, Chen Long menampilkan gaya permainan berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Baca juga: Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Di mata Ginting, pada laga tadi, Chen Long tidak banyak mengangkat bola. Taktik itu menyebabkan Ginting tak bisa keluar dari dominasi Chen Long dan akhirnya harus kalah.

“Saya pikir Chen Long bermain berbeda hari ini dari pertemuan kami sebelumnya," ucap Ginting, sebagaimana dikutip dari laman resmi BWF.

"Dia berusaha untuk tidak terlalu banyak mengangkat kok, jadi saya pikir itu sebabnya dia bisa mengendalikan pertandingan dari awal hingga akhir," imbuhnya.

"Dia tidak membuat banyak kesalahan. pemain yang sangat fokus," kata tunggal putra 24 tahun itu.

Baca juga: Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Meski kalah di semifinal, perjuangan Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo 2020 belum berakhir.

Dia masih memiliki satu pertandingan lagi untuk memperebutkan medali perunggu. Lawannya adalah Kevin Cordon dari Guatemala.

Kevin Cordon juga sama seperti Ginting, kalah di semfinal. Cordon takluk dua gim langsung dari Viktor Axelsen (Denmark) 18-21, 11-21.

Menurut jadwal Olimpiade Tokyo 2020, laga perebutan medali perunggu sektor tunggal putra akan digelar pada Senin (2/8/2021) malam WIB. 

Adblock test (Why?)


Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari AS Hari Ini - detikNews

Jakarta -

Indonesia kembali menerima bantuan vaksin COVID-19 dari Amerika Serikat. Hari ini, sebanyak 3,5 juta vaksin Moderna telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Amerika Serikat atas dukungan tambahan vaksin Moderna," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Setpres, Minggu (1/8/2021).

Dengan penambahan itu, saat ini tercatat Indonesia telah menerima bantuan vaksin sebesar 178.357.880 dosis. Vaksin yang diterima itu dalam bentuk vaksin curah dan vaksin jadi.

"Maka dalam catatan Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menerima di titik ketibaan sejumlah 178.357.880 dosis vaksin. Yang terdiri dari vaksin curah sebesar 144.700.280 dosis dan vaksin jadi sebesar 33.657.600 dosis," jelasnya.

Tak hanya itu, besok Indonesia juga akan kembali menerima bantuan vaksin AstraZeneca dari Inggris sebanyak 620 ribu dosis. Retno menjelaskan bantuan itu merupakan hasil dari pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Inggris.

"Besok pada 2 Agustus 2021, sekitar 15.40 Indonesia juga akan menerima 620 ribu vaksin AstraZeneca dari pemerintah Inggris dan menurut rencana akan terdapat pengiriman berikutnya yang jumlahnya belum dapat disampaikan pada saat ini," ungkap Retno.

"Ungkapan terima kasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada pemerintah Inggris. Kerja sama melalui dose-sharing mechanism ini merupakan salah satu cara yang penting dilakukan agar dunia dapat keluar dari pandemi ini," imbuh dia.

Bantuan vaksin itu berdasarkan kerja sama dose-sharing dan COVAX Facility. Retno memastikan pemerintah akan terus berupaya mengamankan ketersediaan vaksin COVID-19.

"Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pengadaan vaksin bagi kepentingan rakyat Indonesia. Insyaallah di bulan Agustus ini akan ada serangkaian ketibaan vaksin di Indonesia," kata Retno.

Simak video 'Alasan Tenaga Kesehatan Sebaiknya Dapat Booster Vaksin Moderna':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)

Adblock test (Why?)


Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari AS Hari Ini - detikNews
Read More

Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020 - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting gagal melaju ke final badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Anthony Ginting terhenti setelah dijegal tunggal putra China yang merupakan juara bertahan Olimpiade, Chen Long, di semifinal.

Berlaga di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Minggu (1/8/2021), Ginting menyerah dua gim langsung dengan skor 16-21, 11-21 dalam tempo 56 menit. 

Kendati demikian, perjuangan Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo belum berakhir. Dia masih punya kesempatan meraih medali perunggu.

Ginting akan menghadapi Kevin Cordon (Guatemala) pada perebutan tempat ketiga besok, Senin (2/8/2021).

Sama seperti Ginting, Kevin Cordon juga terhenti di semifinal. Dia kalah dari Viktor Axelsen (Denmark) 18-21, 11-21.

Baca juga: Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo, Keunggulan Chen Long yang Wajib Diwaspadai Ginting

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Chen Long bakal menghadapi Axelsen pada final badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Jalannya pertandingan

Kedua pemain saling menyerang sejak awal gim pertama. Chen Long sempat meraih dua poin awal, tetapi Ginting bisa mengejar.

Beberapa kali smes silang dari Anthony Ginting masuk ke bidang permainan Chen Long, sehingga dia bisa menyeimbangkan kedudukan pada skor 4-4.

Selain smash menyilang, senjata Ginting yang ampuh untuk mematikan Chen Long adalah netting. Ginting memperagakan itu ketika dia mencari skor penyeimbang 5-5.

Sayangnya, Ginting setelah itu kurang sigap dalam mengatasi placing-placing yang dilakukan Chen Long. Akibatnya, dia tertinggal 5-8.

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Terhenti di Semifinal, Kevin Cordon Harus Akui Ketangguhan Viktor Axelsen

Anthony Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Chen Long 5-11 pada interval gim pertama.

Selepas interval, Ginting masih belum bisa keluar dari tekanan Chen Long. Kombinasi pukulannya masih banyak yang belum akurat.

Saat bisa menipiskan ketertinggalan jadi empat angka, Ginting melancarkan pukulan drop shot menyilang yang keluar, sehingga jarak melebar lagi dan dia tertinggal 7-12 dari Chen Long.

Ginting masih kesulitan mencari celah di pertahanan Chen Long. Dia beberapa kali melancarkan smes, tapi bisa dikembalikan oleh tunggal putra China itu.

Ginting sempat mempersempit jarak ketertinggalannya menjadi tiga angka dalam kedudukan 14-17, tapi drop shot Chen Long membuat gap kembali menjadi empat angka 14-18.

Anthony Ginting akhirnya menyerah 16-21 di gim pertama. Smes silang Chen Long menghentikan perlawanan Ginting.

Baca juga: Cara Anthony Ginting Mengontrol Harapan: Tak Berekspektasi Tinggi, tetapi...

Pada gim kedua, angka pertama menjadi milik Chen Long. Namun, Ginting segera membalasnya lewat smes menyilang.

Ginting sempat tertinggal 2-6 setelah itu, tetapi dia bisa menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Netting dan smes silang menjadi senjata Ginting.

Namun, setelah itu Ginting gagal mengatasi pukulan-pukulan kombinasi Chen Long. Akhirnya, dia menyerah 6-11 pada interval gim kedua.

Selepas jeda, Ginting yang tertinggal coba lebih menyerang. Smash tajamnya berhasil menipiskan keadaan menjadi 9-12.

Namun, jarak poin melebar kembali jadi 9-15 setelah Ginting tidak mampu mengembalikan serangan-serangan Chen Long.

Sisi kiri (backhand) Ginting jadi kelemahan dalam laga ini. Beberapa kali serangan lawan masuk di daerah tersebut, termasuk smes silang Chen Long yang membuat Ginting tertinggal jauh 10-18.

Anthony Ginting akhirnya menyerah 11-21 dari Chen Long pada gim kedua. Dengan demikian, Ginting gagal melaju ke final badminton Olimpiade Tokyo 2020. 

Adblock test (Why?)


Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020 - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika - BeritaSatu

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menerima sebanyak 3,5 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat, Minggu (1/8/2021). Ini adalah kedatangan vaksin tahap ke-32 ke Indonesia.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah memberikan tambahan dukungan vaksin skema dose-sharing AS melalui Covax Facility sebanyak 3,5 juta dosis.

Kedatangan vaksin Moderna dari AS ini merupakan tahap ketiga. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 4.500.160 dosis vaksin dari AS dalam dua tahap 3.000.060 dan 1.500.100.

“Dengan kedatangan hari ini, maka jumlah vaksin Moderna, dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui Covax Facility yang telah diterima Indonesia adalah 8.000.160 dosis vaksin jadi,” kata Retno saat memberi keterangan pers tentang kedatangan vaksin Tahap 32 secara daring, Minggu (1/8/2021).

Retno menyebutkan, besok Senin (2/8/2021) sekitar pukul 15.40 WIB Indonesia juga akan menerima 620.000 vaksin Astrazeneca dukungan kerja sama dose-sharing bilateral dari Pemerintah Inggris.

“Menurut rencana akan terdapat pengiriman berikutnya yang jumlahnya belum dapat disampaikan saat ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Retno menyebutkan, dukungan vaksin dari Inggris ini juga merupakan hasil komunikasi intensif yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.

“Diskusi terakhir kita lakukan untuk mematangkan kerja sama dose sharing ini saya lakukan dengan Secretary Raab di sela-sela pertemuan G20 di Matera, Italia pada tanggal 29 Juni 2021,” papar Retno.

Retno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah AS atas dukungan tambahan vaksin Moderna. Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada Pemerintah Inggris.

“Kerja sama melalui dose-sharing mechanism merupakan salah satu cara yang penting untuk dilakukan agar dunia dapat keluar dari pandemi ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Retno menyebutkan, kedatangan vaksin Moderna 3.5 juta ini, maka dalam catatan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia telah menerima 178.357. 880 atau 178,3 juta dosis.

Adapun vaksin ini terdiri dari vaksin curah atau bulk sebesar 144.700.280 dan vaksin jadi sebesar 33657. 600.

Sementara dilihat dari sisi sumbernya maka dari Covax Facility sebanyak 19.704.960 dosis vaksin secara gratis dan semuanya merupakan vaksin jadi.

Retno menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pengadaan vaksin bagi kepentingan rakyat Indonesia. “Inshaallah di bulan Agustus ini akan ada serangkaian kedatangan vaksin di Indonesia,” katanya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

Adblock test (Why?)


Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika - BeritaSatu
Read More

Korsel Targetkan 300 Ribu Wisatawan dari Indonesia pada 2022 - Republika Online

Kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan anjlok pada 2020 dan 2021. REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Korea Selatan (Korsel) menargetkan kun...