Rechercher dans ce blog

Sunday, August 1, 2021

Jejak Indonesia di Sejarah Badminton Olimpiade dari Masa ke Masa - Kompas.com - KOMPAS.com

BADMINTON alias bulutangkis resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade barulah sejak Olimpiade Barcelona 1992.

Sebelum itu, badminton hanya jadi cabang yang didemonstrasikan (demonstration sport) pada Olimpiade Munich 1972 dan cabang eksibisi (exhibition sport) pada Olimpiade Seoul 1988.

Ketika telah resmi menjadi cabang olahraga di Olimpiade Barcelona 1992, nomor yang dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.

Nomor ganda campuran baru menjadi nomor yang dipertandingkan sejak Olimpiade Atlanta 1996.

Baca juga: Medali-medali Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa

Yang menarik, dalam semua cerita tentang badminton alias bulutangkis di olimpiade itu selalu ada Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atlet badminton Indonesia adalah bagian dari sejarah bulu tangkis di Olimpiade dalam naik turunnya tersebut, dari masa ke masa.

Perkecualian terjadi hanya untuk Olimpiade London 2012. Hanya di sini, badminton gagal total membawa pula satu pun medali dari olimpiade.

Ini catatan sumbangsih badminton bagi kontingen olimpiade Indonesia dari masa ke masa.

Periode 1972-1988

Upaya memasukkan badminton sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan di olimpiade mulai dilakukan pada kurun 1960-an.

Lebih dari satu dekade, upaya itu berhasil untuk Olimpiade Munich 1972, itu pun sebatas demonstration sport.

Indonesia diundang tampil di nomor badminton Olimpiade Munich 1972, menjadi berita di halaman satu harian Kompas edisi 21 Februari 1972.ARSIP KOMPAS Indonesia diundang tampil di nomor badminton Olimpiade Munich 1972, menjadi berita di halaman satu harian Kompas edisi 21 Februari 1972.

Menggunakan sistem undangan, 25 atlet dari tujuh negara berlaga. Yang menarik, nomor ganda putri gagal dirampungkan karena alasan kehabisan waktu di olimpiade ini.

Nomor yang tuntas dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Nama Indonesia di Olimpiade Munich 1972 melangit karena kemenangan di dua nomor, yaitu tunggal putra dan ganda putra.

Di nomor tunggal putra, Rudy Hartono mengalahkan Svend Pren dari Denmark di laga final. Adapun di nomor ganda putra, pasangan Ade Chandra dan Christian Hadinata menundukkan pasangan Ng Boon Bee dan Punch Gunalan dari Malaysia.

Salah satu berita tentang capaian bulutangkis di Olimpiade Munich 1972, sekalipun hanya disebut sebagai demontration sports, tayang di halaman satu harian Kompas edisi 11 September 1972.ARSIP KOMPAS Salah satu berita tentang capaian bulutangkis di Olimpiade Munich 1972, sekalipun hanya disebut sebagai demontration sports, tayang di halaman satu harian Kompas edisi 11 September 1972.

Meski uji coba di Olimpiade Munich 1972 dinilai sukses besar, kenyataan tak selalu mengikuti harapan. Atas nama pertimbangan geopolitik, badminton gagal tampil lagi di olimpiade.

Barulah pada pertemuan antara Internasional Olympic Committee (IOC) dan International Badminton Federation (IBF)—nama organisasi sebelum berubah nama menjadi Badminton World Federation (BWF)—di Jerman Timur pada 1985, badminton disetujui menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.

Namun, lagi-lagi ada urusan teknis. Olympic Charter berpendapat butuh waktu setidaknya tujuh tahun sejak kesepakatan tersebut untuk mengenalkan terlebih dahulu cabang olahraga baru di olimpiade.

Karenanya, pada Olimpiade Seoul 1988, badminton baru bisa menjadi pertandingan eksibisi.

Nama Indonesia tetap mencuat di Olimpiade Seoul 1988 dari badminton. Kali ini, Icuk Sugiarto mewakili nama Indonesia di babak final badminton, sekalipun harus kalah dari Yang Yang dari China.

Periode 1992-2016

Resmi menjadi cabang olahraga pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia langsung mencetak sejarah dengan persembahan lima medali. Rinciannya, dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas didapat dari nomor tunggal putri dan tunggal putra, medali perak dari tunggal putra dan ganda putra, serta medali perunggu dari tunggal putra.

Alan Budikusuma (kedua kiri) , Ardy B Wiranata (kiri), dan Hermawan Susanto (kanan), mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992. KOMPAS/KARTONO RYADI Alan Budikusuma (kedua kiri) , Ardy B Wiranata (kiri), dan Hermawan Susanto (kanan), mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, seluruh medali yang didapat Indonesia datang dari badminton.

Melalui Susi Susanti, Indonesia juga adalah peraih medali emas pertama badminton sebagai cabang olahraga resmi di olimpiade.

KOMPAS/KARTONO RIYADI Susi Susanti saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam ajang Olimpiade Barcelona 1992.

Sejak itu hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016, badminton merupakan penyumbang tetap medali bagi kontingen olimpiade Indonesia, kecuali pada Olimpiade London 2012 yang gagal total menyabet satu pun medali.

Pada Olimpiade Atlanta 1996, bulutangkis menyumbang empat medali, yaitu satu medali emas dari nomor ganda putra, medali perak dari tunggal putri, serta medali perunggu dari ganda putra dan tunggal putri.

Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Ricky Subagja (kiri) dan Rexy Mainaky, peraih medali emas pada Olimpiade Atlanta 1996. Terkait berita di Kompas, 01 Agustus 1997, hal 1 Judul Amplop: Ricky A Subagdja (Bulu Tangkis) KOMPAS/ARBAIN RAMBEY Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Ricky Subagja (kiri) dan Rexy Mainaky, peraih medali emas pada Olimpiade Atlanta 1996. Terkait berita di Kompas, 01 Agustus 1997, hal 1 Judul Amplop: Ricky A Subagdja (Bulu Tangkis)

Berikutnya, di Olimpiade Sydney 2000, badminton mempersembahkan tiga medali, yaitu medali emas dari nomor ganda putra serta medali perak dari tunggal putra dan ganda campuran.

Baca juga: Badminton Indonesia, Mau Sampai Kapan Andalkan Ganda Putra?

Pasangan Candra Wijaya (tengah kiri) dan Tony Gunawan of Indonesia, ketika mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Sydney 2000.AFP/ROBYN BECK Pasangan Candra Wijaya (tengah kiri) dan Tony Gunawan of Indonesia, ketika mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Sydney 2000.

Adapun pada Olimpiade Athena 2004, badminton mendapatkan tiga medali, yaitu medali emas dari tunggal putra serta medali perunggu dari tunggal putra dan ganda putra.

Taufik Hidayat (tengah) dan Soni Dwi Kuncoro (kanan) mempersembahkan medali emas dan medali perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Athena 2004. Medali perak didapat Shon Seung-Mo dari Korea Selatan. AFP PHOTO/GOH CHAI HIN Taufik Hidayat (tengah) dan Soni Dwi Kuncoro (kanan) mempersembahkan medali emas dan medali perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Athena 2004. Medali perak didapat Shon Seung-Mo dari Korea Selatan.

Berlanjut, pada Olimpiade Beijing 2008, badminton menyumbang tiga medali, yaitu emas dari nomor ganda putra, medali perak dari ganda campuran, serta medali perunggu dari tunggal putri.

Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.AFP/ GOH CHAI HIN Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Kegagalan pada Olimpiade 2012 London dibayar pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dengan perolehan medali emas dari ganda campuran, meski juga hanya itu saja. Medali ini didapat dari nomor ganda campuran.

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) and Indonesia's Liliyana Natsir saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. AFP/GOH CHAI HIN Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) and Indonesia's Liliyana Natsir saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Baca juga: Perhentian Akhir Liliyana Natsir, Terima Kasih Butet...

Olimpiade yang digelar di tengah pandemi ini sejak awal sudah unik, bahkan dari nama ajangnya. Meski menggunakan penulisan tahun 2020, tetapi kompetisi olahraga multicabang ini digelar pada 2021.

Harapan Indonesia mendapatkan medali dari badminton dipastikan terwujud dengan melajunya pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ke babak final pada Senin (2/8/2021) siang waktu setempat. Menang atau kalah, satu medali sudah pasti didapat.

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (belakang) melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri bersama pasangannya, Greysia Polii (depan), melawan Lee Meng Yean dan Chow Mei Kuan dari Malaysia pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.AFP/ALEXANDER NEMENOV Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (belakang) melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri bersama pasangannya, Greysia Polii (depan), melawan Lee Meng Yean dan Chow Mei Kuan dari Malaysia pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.

Lolosnya pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ke babak final badminton Olimpiade 2020 Tokyo juga adalah sejarah baru bagi Indonesia, yaitu kali pertama ada wakil Indonesia hingga ke pertandingan pemuncak dari nomor ini.

Baca juga: Kisah Greysia Polii di Olimpiade, Pernah Didiskualifikasi hingga Pecah Rekor

Peluang lain juga masih ada, meskipun tidak ada kepastian perolehan medali, yaitu dari nomor tunggal putra yang masih punya wakil untuk berebut medali perunggu, yaitu Anthony Ginting.

Sebelumnya, peluang merebut medali perunggu juga sempat dimiliki oleh pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Namun, hasil akhir pada Sabtu (31/7/2021) tak sesuai harapan.

Baca juga: Pencapaian Ganda Putra Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa

Apakah tradisi emas bulutangkis olimpiade berlanjut? Apakah sejarah baru ganda putri akan terjadi? Seperti apa pula hasil akhir dari peluang lain yang masih ada?

Kita tunggu hasil akhirnya….

Naskah: KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

Catatan:

Artikel utuh harian Kompas terkait konten tulisan ini dapat diakses publik melalui layanan Kompas Data. 

Adblock test (Why?)


Jejak Indonesia di Sejarah Badminton Olimpiade dari Masa ke Masa - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Deal! Garuda Lolos dari Gugatan Pailit, 9 Pesawat Direlokasi - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memperoleh kesepakatan dengan salah satu lessor-nya, Aercap Ireland Limited (Aercap) pada 28 Juli 2021. Perusahaan penyewaan pesawat ini juga telah mencabut gugatan pailit yang diajukan kepada Garuda.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kedua perusahaan telah menandatangani Global Side Letter Agreement sebagai tanda kesepakatan yang dicapai ini.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini perusahaan sepakat untuk menerbangkan dan merelokasi sembilan pesawat Boeing 737 800NG yang disewa pada lokasi yang disetujui.


Adapun gugatan pailit yang Aercap terhadap Garuda Indonesia ini diajukan di Supreme Court New South Wales yang diajukan pada 21 Juni 2021.

"Sejalan dengan kesepakatan yang dimaksud, Perseroan memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung normal," tulis manajemen, dikutip Senin (2/8/2021).

"Perseroan turut memastikan bahwa tindak lanjut dari kesepakatan dengan Aercap akan dilaksanakan dengan senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip good corporate governance."

Adapun perusahaan baru saja melaporkan laporan keuangannya untuk periode yang berakhir pada Maret 2021 lalu.

Garuda masih mencatatkan rugi bersih US$ 384,35 juta atau setara dengan Rp 5,57 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di kuartal I-2021, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi bersih US$ 120,16 juta atau setara Rp 1,74 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi, dikutip Senin (2/7), rugi bersih GIAA terjadi di tengah penurunan pendapatan. Perusahaan mencatatkan pendapatan total mencapai US$ 353,07 juta atau setara Rp 5,12 triliun, turun 54% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 768,12 juta.

Secara rinci, pendapatan penerbangan berjadwal turun menjadi US$ 278,22 juta dari sebelumnya US$ 654,53 juta.

Pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal justru naik menjadi US$ 22,78 juta dari sebelumnya US$ 5,32 juta, dan pendapatan lainnya menjadi US$ 52,06 juta dari sebelumnya US$ 108,28 juta.

Beban perusahaan berhasil dipangkas menjadi US$ 702,18 juta dari sebelumnya US$ 945,71 juta.

Penurunan beban cukup besar terjadi di beban operasional penerbangan menjadi US$ 392,26 juta, lalu beban umum dan administrasi jadi US$ 46,26 juta, beban bandara US$ 46,07 juta, beban tiket, penjualan dan promosi menjadi US$ 22,93 juta, dan beban pelayanan penumpang jadi US$ 22,23 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Adblock test (Why?)


Deal! Garuda Lolos dari Gugatan Pailit, 9 Pesawat Direlokasi - CNBC Indonesia
Read More

Pentingnya Mengganti Sikat Gigi Setelah Sembuh dari Covid-19 - Kompas.com - kompas.com

KOMPAS.com - Sejumlah dokter gigi menyarankan orang yang baru sembuh dari Covid-19 segera mengganti sikat giginya.

Menurut ahli, mengganti sikat gigi setelah sembuh dari infeksi virus corona SARS-CoV-2 dapat mencegah infeksi ulang Covid-19, serta melindungi orang lain yang menggunakan kamar mandi yang sama.

Ahli bedah gigi dari Universitas Kedokteran Lady Hardinge India, Dr Pravesh Mehra menjelaskan, alat kebersihan mulut seperti sikat gigi dan pembersih lidah dapat menampung virus.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jamur Hitam Pasca-Covid-19 sesuai Lokasi Infeksinya

“Penderita Covid-19 setelah pulih pastikan untuk mengganti sikat gigi, pembersih lidah, dll. Barang-barang bekas penderita tersebut sebaiknya dibuang,” jelas Mehra, seperti dilansir dari BusinessToday, (7/5/2021).

Dokter gigi dari Aakash Healthcare Super Specialty Hospital India, Dr Bhumika Madan juga sependapat dengan Dr Bhumika Madan.

Tak hanya Covid-19, menurut Madan, setiap penderita yang baru sembuh dari flu, batuk, pilek juga perlu mengganti sikat gigi setelah sembuh dari sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebaiknya penderita Covid-19 mengganti sikat gigi dan pembersih lidahnya setelah 20 hari sejak gejala pertama muncul,” imbuh Madan.

Baca juga: Kenali Penyebab Penyakit Jamur Hitam yang Mengintai Pasca-Covid-19

Bagaimana Covid-19 menyebar lewat sikat gigi?

Perlu diketahui, Covid-19 menular lewat droplet saat penderita batuk, bersin, bicara, tertawa, dll. tanpa masker.

Begitu virus corona terlepas ke udara, virus tersebut dapat bertahan di udara selama beberapa saat dan menular ke orang lain yang tidak pakai masker.

Covid-19 juga rentan menular lewat sikat gigi dan pembersih lidah karena barang kebersihan mulut milik penderita tersebut kemungkinan memiliki konsentrasi virus corona SARS-CoV-2 yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, penggunaan barang-barang tersebut setelah sembuh dari Covid-19 dikhawatirkan bisa menyebabkan infeksi ulang atau menginfeksi orang lain yang menggunakan kamar mandi sama.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Penyakit Jamur Hitam Pasca-Covid-19

Tak hanya mengganti sikat gigi, jalankan kebiasaan ini…

Penderita yang baru sembuh dari Covid-19, flu, batuk, dan penyakit lain disarankan untuk mengganti sikat gigi lamanya dengan yang baru.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk membangun kebiasaan baik saat menggosok gigi di masa pandemi Covid-19.

Melansir laman resmi Dental Health Foundation Ireland, berikut beberapa di antaranya:

  • Jangan pernah berbagi sikat gigi, karena bisa jadi pintu penularan beragam penyakit, termasuk Covid-19
  • Cuci tangan sebelum menggosok gigi, karena virus seperti corona bisa ditularkan saat tangan yang terinfeksi kuman menyentuh mulut
  • Bersihkan sikat gigi setelah digunakan untuk menggosok gigi, bila perlu bilas dengan air hangat setelah digunakan
  • Pastikan kepala sikat gigi tidak saling bersentuhan, dan selalu gunakan tempat penyimpanan kepala sikat gigi yang sama
  • Disinfeksi atau bersihkan wadah penampungan sikat gigi secara berkala dengan sabun dan air mengalir
  • Jauhkan sikat gigi dari toilet atau kloset untuk meminimalkan penularan virus aerosol saat menyentor toilet. Selain itu, pastikan tutup kloset tertutup saat menyentor toilet
  • Lakukan juga jaga jarak atau social distancing saat gosok gigi, terutama ketika ada pengguna wastafel atau kamar mandi lain yang sakit. Hindari gosok gigi bersama atau berbagi wastafel dengan orang yang sakit

Selain mengganti sikat gigi setelah sembuh dari Covid-19 dan menjalankan kebiasaan gosok gigi di masa pandemi Covid-19 di atas, jangan lupa putus mata rantai penularan virus corona.

Caranya dengan rajin membersihkan tangan dengan benar, pakai masker saat keluar rumah atau ada anggota keluarga yang sakit, jaga jarak dengan orang lain minimal dua meter, dan hindari kerumunan.

Baca juga: Tidak Nafsu Makan saat Covid-19, Begini Cara Mengatasinya…

Adblock test (Why?)


Pentingnya Mengganti Sikat Gigi Setelah Sembuh dari Covid-19 - Kompas.com - kompas.com
Read More

Bendera Putih: Sebuah Pesan dari Tepi Jalan | merdeka.com - merdeka.com

Merdeka.com - Suasana di Jalan Sasak, Kota Surabaya, tak seperti biasa. Salah satu lokasi niaga tersohor di Kota Pahlawan ini sedang tidak baik-baik saja. Deretan pertokoan yang mengapit akses menuju Makam Sunan Ampel itu sepi pembeli. Padahal hari belum usai. Dalam kondisi normal, para pedagang selalu kewalahan. Melayani pembeli yang datang tanpa henti.

Di salah satu sudut, seorang pegawai toko tampak lunglai. Sesekali menengok barang dagangan yang tidak kunjung disambangi pembeli. Di ujung jalan, pengayuh becak yang biasanya bermandi keringat karena hilir mudik mengantar peziarah, kini lebih banyak terdiam. Duduk pada bangku penumpang.

Detak ekonomi di sana seolah terhenti. Tercekik selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di pinggir jalan, bendera putih berkibar ditiup angin. Jumlahnya memang tidak lebih dari hitungan jari tangan. Namun pesannya cukup dalam. Sudah menyerah. Salah seorang pedagang, Husein tidak ikut mengibarkan bendera. Namun dia memahami pesannya. Pengibaran bendera bermakna menyerah pada keadaan.

"Bendera putih itu tidak melawan pemerintah, maksudnya itu menyerah pada keadaan. Sekarang ini, keadaan yang susah," kata Husein saat ditemui merdeka.com, Kamis (29/7).

Sambil duduk di depan toko, Husein bercerita kesulitannya membawa pulang hasil jualan. Biasanya, dia bisa mengantongi Rp5 juta dalam sehari. Tapi itu cerita lama, sebelum pandemi melanda. Hari-hari terakhir ini, dia hanya mampu mengantongi tidak lebih dari 10 lembar seratus ribuan. "Stres kalau keadaan seperti ini," terangnya.

Kibaran bendera putih tak hanya di Surabaya. Terlihat juga di kompleks Stadion Maulana Yusuf Kita, Serang, Provinsi Banten. Kawasan tersebut sebenarnya area terlarang untuk berjualan. Namun ramainya kunjungan warga membuat gairah ekonomi di sana menjadi hidup. Jika akhir pekan datang, kawasan ini berubah jadi pasar dadakan. Banyak pedagang makanan, minuman, pakaian hingga permainan anak.

Kondisi berubah sejak PPKM. Menyisakan pedagang makanan dan minuman yang masih boleh berjualan. Sejumlah bendera putih tertancap di pohon hingga lapak pedagang. Semakin mencolok dilihat pada siang hari. Bendera ini bentuk ungkapan hati. Mereka ada di posisi makin sulit.

Yuli, sudah lama berjualan di sana. Siang itu dia berkeluh kesah. Mencoba melewati hari-hari menjajakan makanan dan minuman. Meski sepi tanpa pembeli. "Sampai nangis saya pulang," terang Yuli.

Bendera putih di sana tidak bertahan lama. Selang sehari, stadion sudah bersih dari simbol keresahan. "Kita sendiri yang mencopoti," aku Yuli.

Pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, tak lepas dari bendera putih. Berkibar di beberapa titik Pasar Tanah Abang, Jakarta. Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang, Yusril Umar, pertama kali mengetahui pengibaran bendera putih dari video yang dikirim teman pedagang.

"Sebenarnya itu letupan dari keadaan mereka yang sudah sangat terpuruk saat ini," kata Yusril.

Sudah lebih dari satu setengah tahun, pedagang di pusat perbelanjaan itu berada di titik nadir. Bahkan mereka pernah tutup lebih dari tiga bulan. Di masa awal Pandemi. Ketika diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada medio Maret sampai Juni 2020.

"Sekarang sudah buka ternyata ada lagi persyaratan yang bikin orang tidak nyaman masuk pasar. Harus memperlihatkan surat vaksin segala macam. Ini yang menjadi kendala sekarang," terangnya.

Pedagang hanya bisa mengeluh pada Yusril. Untuk makan saja, mereka kesulitan. Belum lagi untuk biaya anak sekolah. Banyak kios tak bertuan. Kosong ditinggalkan pedagang.

Pelaku ekonomi memang sedang tidak baik-baik saja. Ini tak hanya dirasakan pedagang kaki lima dan pasar. Pengusaha kecil dan menengah punya kegelisahan sama. Pengusaha hotel di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjerit. Membuat mereka kompak mengibarkan bendera putih. Dilengkapi gambar atau emoticon menangis. Jelas pesan yang ingin disampaikan.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut Fiki Radiansyah menceritakan ide aksi pengibaran bendera putih berawal dari keresahan pengelola hotel dan restoran. "Memasangkan bendera karena agar ada solusi," ujar Fiki.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya mengutamakan ajakan menerapkan protokol kesehatan. Tapi juga dibarengi protokol ekonomi. "Maunya kita, protokol ekonomi itu ya jalan bareng-bareng. Bisnisnya biar jalan," lanjut Fiki.

Gerakan pengibaran bendera putih berhenti setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melirik ke sana. Pemerintah Daerah juga akhirnya turun tangan memberikan keringanan pajak. Bersamaan penyaluran bantuan sosial untuk karyawan hotel.

"Goalnya untuk di atas kertasnya sudah, tinggal realisasinya," ucap Fiki.

kehilangan penghasilan pedagang di malioboro kibarkan bendera putih

©2021 Merdeka.com

Pengibaran bendera putih juga terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memasang bendera putih. Dilakukan serentak di salah satu titik kota. Pemilik kafe, Heru Saputra menceritakan, ide ini sebenarnya sudah lama tercetus. Sejak awal PPKM diberlakukan. Kerugian dalam berbisnis sebagai pemicu utamanya. Kebijakan PPKM dianggap membuatnya babak belur. "Merugikan kita semua, penurunan omset hingga 60 persen," kata Heru.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengajak masyarakat tetap optimistis memandang masa depan. Kondisi buruk hari ini bisa berakhir jika semua bekerja bersama. Seperti saat masa perjuangan.

"Jadi saya merasa sebetulnya kita tetap harus semangat ya, tidak boleh menyerah. Bahwa kita ini bangsa yang mempunyai sejarah mampu melawan berbagai macam persoalan yang kita hadapi," ujar Saleh.

Dalam pandangannya, tidak hanya rakyat yang berada dalam situasi sulit. Pemerintah juga menghadapi hal sama. Dilematis dalam pengambilan kebijakan. Rakyat diharapkan tidak memandang sebelah mata kinerja pemerintah. Meskipun pada kondisi nyata, program bantuan sosial tidak bisa menyentuh seluruh lapisan warga yang membutuhkan.

"Mengibarkan bendera ini seakan-akan kita menyerah. Tidak boleh, itu sifat apatis, sifat yang Saya kira tidak baik. Orang (negara) lain mampu, banyak bersatu untuk melawan Covid. Karena itu kita harus bisa."

Bendera Sama, Pesan Berbeda

Berbeda dari aksi yang dilakukan pedagang. Pengibaran bendera putih di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, justru sebagai sebuah program. Inisiasinya Buleleng Social Community (BSC). Komunitas nonprovit yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Bendera putih dipilih sebagai tanda bagi mereka untuk memudahkan penyaluran paket bantuan. Warga yang membutuhkan bantuan lantaran terdampak pandemi, mengibarkan bendera putih di depan rumah. Kemudian difoto dan dikirim berbarengan dengan sejumlah persyaratan. Komunitas ini yang memvalidasi. Jika masuk kategori penerima bantuan, paket pertolongan langsung dikirim.

Gerakan pengibaran bendera putih ini dimulai sejak PPKM Darurat diberlakukan. Tercatat sudah ratusan paket sembako didistribusikan. Namun, gerakan ini hanya seumur jagung. Ketua BSC Eka Tirtayana memutuskan mengakhiri gerakan pengibaran bendera putih berbarengan dengan selesainya PPKM Darurat kemarin.

"Takut nanti malah buat gaduh," tutur Eka.

infografis bendera putih

©2021 Merdeka.com/Grafis: Amar Choiruddin

Eka tidak ingin gerakan BSC disamakan dengan aksi serupa di sejumlah daerah. Dia juga membuang jauh anggapan membantu sesama demi kepentingan politis. Apalagi isu-isu liar yang dapat menurunkan kredibilitas. Bagi Eka, kemurnian gerakannya adalah membantu sesama tanpa pamrih.

"Unsur provitnya tidak ada. Kami murni unsur sosial dan kemanusiaan. Tidak ada apa-apa di balik itu," tegas Eka.

Berbekal semangat yang sama, BSC membuat gerakan baru. Dinamakan 234. Mulai dijalankan saat PPKM level dimulai. Nama 234 punya makna. Yakni 2 kg beras, 3 mi instan dan 4 telor. Ini merupakan isi bantuan yang diserahkan ke warga di pelosok kabupaten.

"Masyarakat juga positif dengan program ini," tutur Eka.

Berbeda dengan gerakan pengibaran bendera putih, pola penyaluran bantuan program 234 ini lebih mengandalkan input data dari aparatur desa yang dikirim melalui WhatsApp. Selain itu, BSC juga masih mempertahankan sistem pengajuan dari warga seperti yang diterapkan pada program sebelumnya.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyar (DPR) Bukhori Yusuf tidak menutup mata. Dia melihat rakyat yang berada di fase lelah dan menyerah. Situasi membuat mereka tidak bisa banyak berbuat. Pesan yang tersirat dari aksi pengibaran bendera putih di berbagai daerah, tidak bisa dipandang sepele. Harus dicari solusi terbaik.

"Jokowi harus hadir dalam situasi seperti ini. Tidak boleh diam. Harus bisa memberikan jaminan kelangsungan hidup mereka," kata Bukhori Yusuf.

Bukhori menyarankan pemerintah mengevaluasi cara-cara penanganan Covid-19. Perlu dipertimbangkan membagi beban pemerintah pusat dan daerah. Termasuk dalam hal kebijakan penanganan Covid-19.

"Jadi pemerintah pusat memikirkan, pertama bagaimana memberikan stimulus kepada masyarakat agar mereka tetap tegar," ucapnya.

Dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah selalu menyampaikan upaya menjaga keseimbangan aspek kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah memahami kesulitan masyarakat selama masa PPKM.

"Sebagian masyarakat tidak bisa keluar rumah, sehingga sulit mencari nafkah," kata Juru Bicara Menko bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhur Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi.

Beban masyarakat makin besar. Karena itu pemerintah menambah jumlah dan cakupan penerima bantuan sosial. Agar semakin banyak masyarakat mendapatkan bantuan sebagai stimulus. Agar ekonomi Indonesia punya daya ungkit kembali.

"Masyarakat tidak perlu khawatir bansos dikorupsi karena pemerintah bekerja sama dengan Polri, Kejagung, dan KPK untuk mengawal program bansos," terangnya.

Bantuan Negara Lain

Pengibaran bendera putih menjadi bagian dari ekspresi kelompok masyarakat yang merasa situasi saat ini sangat sulit. Dampak pandemi dahsyat dirasakan warga. Pengaruh sosial ekonomi sangat luas dan dalam.

"Semacam bentuk protes, tuntutan kepada negara untuk berbuat sesuatu atau berbuat sesuatu yang lebih lagi dari yang sudah dilakukan selama ini," beber Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Najib Azca.

Pemerintah bisa lebih terbuka terhadap segala sesuatu yang sudah dilakukan selama ini. Kemunculan bendera putih di beberapa daerah bisa jadi disebabkan karena komunikasi yang tidak baik. Saran lainnya, terus meningkatkan kinerja penanganan Covid-19. Situasi hari ini tak jauh lebih baik dibanding masa awal Pandemi. Harus ada terobosan dan kerja yang luar biasa.

"Saya kira tidak ada salahnya dalam hal-hal tertentu meminta bantuan dari negara-negara sahabat. Yang mungkin sudah melewati fase krisis terdalamnya," terangnya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi berpendapat, kondisi memang sulit namun harus dijalankan. Penerapan protokol kesehatan yang ketat sampai saat ini masih dipandang sebagai cara terbaik mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi.

"Bagaimana pun juga keselamatan rakyat adalah hal yang utama. Namun selain kita ingin masyarakat tidak terkapar Covid-19, pemerintah juga terus berjuang agar masyarakat tidak terkapar secara ekonomi," kata Sonny.

Pesan di tepi jalan harus didengar. Saleh Daulay menyarankan pemerintah mendengar aspirasi. Apalagi datang dari rakyat yang kelaparan. Tidak hanya mendengar, tapi juga memberi jawaban atas kegelisahan mereka.

"Apapun yang disampaikan masyarakat kita anggap aspirasi yang harus disahuti oleh pemerintah termasuk yang katakanlah masyarakat yang menyerah ataupun angkat bendera putih," tutup Saleh.

Tim Penulis: Erwin Yohanes, Ikhwan, Dwi Prasetya, Mochammad Iqbal, Wilfridus Setu Embu, Ronald, Ya'cob Billiocta, Henny Rachma Sari [cob]

Adblock test (Why?)


Bendera Putih: Sebuah Pesan dari Tepi Jalan | merdeka.com - merdeka.com
Read More

Alarm Bahaya Arsenal: Kalah dari Chelsea, Partey Cedera - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Alarm bahaya bagi Arsenal mulai berbunyi usai menelan kekalahan dari Chelsea di laga uji coba ajang pramusim dan Thomas Partey jadi korban.

Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah dipaksa menyerah 1-2 dari Chelsea pada ajang Mind Series di Stadion Emirates, Minggu (1/8) WIB.

The Blues sukses mencuri keunggulan 1-0 di menit ke-27 lewat Kai Havertz. The Gunners baru bisa membalas lewat sundulan Granit Xhaka memanfaatkan umpan sepak pojok pada menit ke-69.


Tim tamu malah kembali unggul 2-1 di menit ke-72 karena kesalahan komunikasi di lini belakang. Blunder tersebut memudahkan Tammy Abraham mencetak gol dengan mudah di kotak penalti.

Arsenal berupaya keras untuk membalas. Namun, serangan yang dibangun skuad arahan Mikel Arteta selalu berujung kegagalan.

Tim London Utara sebenarnya punya peluang bagus melalui Joe Willock di menit ke-80. Sayang, sontekan Joe Willock menyambar umpan tarik masih menerpa mistar gawang.

Keunggulan Chelsea bertahan hingga laga usai. Tak hanya kalah di depan publik sendiri, Arsenal juga harus kehilangan Partey yang mengalami cedera di pertengahan babak pertama.

Banner Testimoni

Partey tak dapat melanjutkan pertandingan usai mendapat tekel keras dari Ruben Loftus-Cheek. Pemain yang musim lalu didatangkan dari Atletico Madrid ini terpaksa digantikan Xhaka di menit ke-40.

"Saya baru saja berbicara dengan dokter. Partey akan menjalani pemindaian besok. Saat ini kondisinya tidak terlihat bagus karena dia merasa kesakitan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan," kata pelath Mikel Arteta di laman resmi Arsenal.

Hasil negatif di Emirates ditambah cedera serius yang dialami Partey jadi alarm bahaya bagi Arsenal yang musim lalu tercecer di posisi ke-8 klasemen Liga Inggris.

[Gambas:Video CNN]

(jun)

Adblock test (Why?)


Alarm Bahaya Arsenal: Kalah dari Chelsea, Partey Cedera - CNN Indonesia
Read More

Perdana Kapal Pesiar Super Berlayar dari Arab Saudi - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kapal pesiar super berlayar dari Arab Saudi ke perairan regional untuk pertama kalinya pada Jumat (30/7) lalu. Pelayaran wisata itu meluncur seiring perluasan industri dan keanekaragaman ekonomi dari negeri yang bergantung pada minyak itu.

Kapal pesiar MSC Bellissima meninggalkan Saudi dalam serangkaian misi pelayaran dari Pelabuhan Islam Jeddah ke Aqaba di Yordania dan Safaga di Mesir.

Kapal mewah itu memiliki panjang 315 meter, tiga kali lipat lebih besar dibanding lapangan bola. MSC Bellissima dibangun di salah satu negara Eropa, yakni Perancis. Kapal raksasa ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk kolam renang, gym, restoran, kafe, dan ballroom.


MSC Bellissima pertama kali diluncurkan pada tahun 2019. Kapal itu dioperasikan oleh perusahaan MSC Cruises yang berbasis di Swiss.

Sebelumnya, Dana Investasi Publik kerajaan, Cruise Saudi telah mencapai kesepakatan MSC Cruises untuk meluncurkan pelayaran musim dingin antara November 2021 dan Maret 2022, pada April lalu. Kapal itu akan memulai 21 perjalanan, hingga 30 Oktober.

Menurut agen perjalanan, harga tiap perjalanan mulai dari 2.195 riyal Saudi (sekitar Rp8,4 juta). Rencana trip itu termasuk ke Luxor di Mesir dan Petra di Yordania.

Pelayaran ini akan dimulai dari Jeddah dan Dammam di pantai timur Teluk Arab Saudi dengan harapan dapat menarik 170 ribu tamu. Peluncuran layanan itu muncul dua hari usai Arab Saudi membuka terminal kapal pesiar pertama di Jeddah.

"Peresmian pelabuhan kapal pesiar pertama merupakan langkah penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kerajaan," ujar Direktur Pelaksana Cruise Saudi Fawaz Farooqi, dikutip Saudi Press Agency.

Industri pelayaran global menjadi salah satu sektor yang terpuruk akibat dari pandemi virus corona. Sebagai langkah pemulihan pariwisata, Saudi mempercepat upaya vaksinasi covid-19.

Pada Kamis lalu, kerajaan mengumumkan akan membuka pelayaran itu untuk pengunjung yang sudah divaksin secara penuh.

Untuk mencegah langkah penularan covid-19, Pemerintah Saudi juga memberlakukan karantina selama 14 hari kepada para awak kapal MSC Bellissima sebelum melakukan perjalanan.

Pengembangan di sektor pariwisata dan rekreasi merupakan salah satu rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang tercantum dalam "Visi 2030."

Pemerintah Saudi menerapkan keputusan penting pada tahun 2019 dengan menawarkan visa turis. Mereka melonggarkan aturan yang sebelumnya membatasi kunjungan untuk wisatawan bisnis dan umrah.

Sebagai informasi, tercatat 49 negara telah memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan mengunjungi kerajaan yang berpenduduk sekitar 35 juta jiwa itu.

(isa/sfr)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Perdana Kapal Pesiar Super Berlayar dari Arab Saudi - CNN Indonesia
Read More

Tahukah Anda, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Daur Ulang Ponsel dan Laptop - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Olimpiade Tokyo 2020 menghadirkan banyak cerita menarik, di antaranya adalah proses pembuatan medali.

Diketahui, medali-medali yang dikalungkan kepada atlet merupakan daur ulang perangkat elektronik usang, seperti ponsel dan laptop.

Bagi masyarakat Jepang, proyek ini menawarkan kesempatan unik untuk menjadi bagian dari Olimpiade.

"Kampanye tersebut meminta masyarakat untuk menyumbangkan perangkat elektronik usang untuk proyek tersebut," kata Juru Bicara Olimpiade Tokyo 2020 Hitomi Kamizawa, dikutip dari DW.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua orang," lanjut dia.

Baca juga: Final Ganda Putri Olimpiade Tokyo 2020, Bagaimana Peluang Greysia/Apriyani?

Kumpulkan bahan daur ulang selama 2 tahun

Proyek ini memanfaatkan fakta bahwa logam mulia bernilai miliaran, seperti emas dan perak digunakan dalam perangkat elektronik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada upaya nasional di Jepang selama dua tahun untuk mengumpulkan bahan daur ulang yang cukup untuk menghasilkan sekitar 5.000 medali perunggu, perak, dan emas Olimpiade.

Proyek itu menjangkau 90 persen kota, kota kecil, dan desa di Jepang, berkat adanya situs penjemputan donasi.

Kampanye daur ulang tersebut menghasilkan 70 pon (32 kilogram) emas, 7.700 pon (3.493 kilogram) perak, dan 4.850 pon (2.200 kilogram) perunggu.

Semuanya berasal dari hampir 80 ton perangkat elektronik kecil seperti ponsel dan laptop lama.

Meskipun upaya daur ulang ini sering tampak mudah, proyek medali harus melibatkan pemerintah pusat, ribuan kotamadya, perusahaan, sekolah, dan komunitas lokal lainnya.

Salah satu perusahaan utama yang terlibat adalah Renet Japan Group dengan filosofi bisnisnya yang berkisar pada keberlanjutan.

"Kami mengembangkan gerakan pengelolaan limbah untuk proyek medali dengan kerja sama dari banyak pemangku kepentingan, dari Pemerintah Jepang hingga masyarakat lokal," kata Direktur Renet Japan Group Toshio Kamakura.

Ketika proyek ini diluncurkan pada April 2017, hanya ada sekitar 600 kota yang terlibar.

Pada Maret 2019, angka meningkat menjadi 1.600. Peningkatan ini disebabkan oleh kampanye besar-besaran dan adanya titik pengumpulan untuk memudahkan warga yang ingin berkontribusi.

Namun, mengumpulkan perangkat bekas hanyalah langkah pertama.

Setelah proses pembongkaran, ekstraksi dan pemurnian oleh kontraktor, bahan daur ulang kemudian dicetak ke dalam konsep desain Junichi Kawnishi.

Kendati demikian, konsep daur ulang untuk medali bukanlah hal baru.

Pada Olimpiade Rio 2016, 30 persen bahan untuk membuat medali emas dan perak diperoleh dari bahan daur ulang, seperti suku cadang mobil dan permukaan cermin.

Menyambut Olimpiade Paris 2024 dengan salah satu tema utamanya perbaikan lingkungan, ada harapan bahwa langkah Jepang ini akan menjadi preseden.

Sebagai informasi, 53,6 juta ton atau 7,3 kilogram sampah elektronik per orang diproduksi secara global pada 2019.

Angka itu setara dengan 350 kapal pesiar seukuran Queen Mary 2.

Limbah elektronik telah melonjak lebih dari seperlima dalam lima tahun terakhir di tengah meningkatnya permintaan untuk gawai, dengan sebagian besar siklus hidup yang pendek dan sedikit pilihan untuk perbaikan.

Kurang dari seperlima dari sisa akhirnya dikumpulkan dan didaur ulang dengan benar, sehingga menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan yang serius.

Adblock test (Why?)


Tahukah Anda, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Daur Ulang Ponsel dan Laptop - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Korsel Targetkan 300 Ribu Wisatawan dari Indonesia pada 2022 - Republika Online

Kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan anjlok pada 2020 dan 2021. REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Korea Selatan (Korsel) menargetkan kun...