Setelah jeda, Marcus/Kevin belum berhasil mengejar poin Aaron/Soh. Mereka tertinggal empat angka dalam kedudukan 12-16.
Marcus/Kevin yang tampak tertekan justru lebih sering membuat kesalahan. Beberapa kali bola pengembalian mereka gagal menyeberangi net. Minions, julukan Marcus/Kevin, masih tertinggal 14-19.
Smes Marcus Fernaldi Gideon yang menyangkut di net membuat gim kedua berakhir dengan skor 21-15 untuk kemenangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Indonesia untuk sementara tertinggal 0-1 dari Malaysia.
Indonesia menduduki peringkat 72 dari 110 negara dalam laporan tahunan indeks Kualitas Hidup Digital atau Digital Quality of Life (DQL) 2021 yang dirilis perusahaan keamanan siber, Surfshark.
Hasil ini menunjukkan Indonesia turun satu peringkat dibandingkan tahun lalu dalam laporan yang sama. Angka ini tergolong rendah karena berarti indeks kualitas hidup digital Indonesia tak lebih baik dari setengah negara dunia lain.
"DQL edisi tahunan ketiga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-72 di antara 110 negara," demikian laporan Surfshark seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (1/10).
Dalam laporan itu, Surfshark mengikutsertakan 90 persen dari populasi global. Mereka menggunakan parameter penilaian indeks Kualitas Hidup Digital dari lima pilar fundamental yaitu kualitas internet, keterjangkauan internet, keamanan siber, layanan pemerintah online, dan infrastruktur elektronik.
Indonesia meraih skor tertinggi untuk layanan pemerintah online yakni di peringkat 66 dan keamanan siber di peringkat 68. Namun, Indonesia terpuruk pada keterjangkauan internet di peringkat 97, kualitas internet di peringkat 79, dan infrastruktur elektronik di peringkat 74.
CEO Surfshark, Vytautas Kaziukonis, menyampaikan Indonesia memiliki ruang untuk memperbaiki semua sektor terkait Kualitas Hidup Digital, terutama soal keterjangkauan internet.
Dibandingkan Indonesia, menurutnya, Vietnam menjadi negara yang harus lebih bekerja keras untuk memperbaiki kualitas internet, khususnya terkait kecepatan. Dia mengatakan, kecepatan internet Indonesia bercokol di peringkat 90 dunia dan kecepatan mobile internet di peringkat 100 dunia.
"Peluang digital telah terbukti lebih penting dari sebelumnya selama krisis Covid-19, menekankan pentingnya setiap negara untuk memastikan kapasitas operasional jarak jauh sepenuhnya untuk ekonomi mereka," ucap Kaziukonis.
"Itulah sebabnya, untuk tahun ketiga berturut-turut, kami melanjutkan penelitian DQL, yang memberikan pandangan global yang kuat tentang bagaimana negara-negara unggul secara digital. Indeks tersebut menjadi dasar untuk diskusi yang bermakna tentang bagaimana kemajuan digital berdampak pada kemakmuran suatu negara dan di mana perbaikan dapat dilakukan," imbuhnya.
Secara keseluruhan, lima dari 10 negara peraih skor Kualitas Hidup Digital tertinggi merupakan negara-negara dari Benua Eropa.
Peringkat pertama tahun ini dan tahun lalu diduduki oleh Denmark, diikuti oleh Korea Selatan, Finlandia berada di posisi ketiga, serta Israel dan Amerika Serikat di peringkat empat dan lima.
Sementara itu, lima negara di peringkat buncit adalah Ethiopia, Kamboja, Kamerun, Guatemala, and Angola.
Berdasarkan kawasan, AS memimpin di Benua Amerika, Korea Selatan di Asia, Afrika Selatan di Afrika, dan Australia memimpin di Oseania.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdema) Universitas Sanata Dharma, Baskara T Wardaya mengatakan, banyak korban tragedi kemanusiaan 1965 yang masih mengalami trauma.
Namun, mereka menolak ketika diajak ke psikolog untuk mengatasi trauma itu. Menurut Baskara, banyak korban yang berprinsip justru Bangsa Indonesia perlu dipulihkan dari sejarah kelam 1965.
“Menariknya banyak dari mereka yang prinsipnya, 'justru bukan saya yang butuh dilayani, tapi bangsa ini, yang butuh disembuhkan dari trauma ini bangsa saya, bukan saya'," ujar Baskara saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/10/2021).
Baskara menuturkan, mayoritas korban tragedi 1965 sudah lanjut usia. Mereka justru meminta agar masyarakat dan bangsa ini yang perlu dibenahi terkait dengan perkara 1965.
“Saya sebentar lagi akan mati, tapi bangsa ini, bangsa kita semua ini mesti berlanjut,” kata Baskara.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
Baskara menerangkan, sebagian besar korban memiliki prinsip yang didasari kecintaan terhadap Indonesia.
Namun, para korban yang kerap disebut eks tahanan politik itu, mempunyai aspirasi yang berbeda dengan keinginan pemerintah kala itu.
“Sebab mereka merasa bahwa dulu mereka pun ditangkap karena cita-citanya untuk negeri ini,” ucapnya.
Dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Baskara berharap pemerintah membiarkan generasi muda untuk belajar mengenai sejarah bangsanya.
Hal itu dinilai sebagai salah satu cara memulihkan pandangan masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan 1965.
“Selama ini kalau ngomong soal itu (tragedi 1965) didatangi kelompok tertentu atau polisi, tolonglah itu diakhiri biar anak muda kita belajar,” pungkas dia.
Tragedi 1965 bermula dari gugurnya para jenderal yang kemudian dikenang sebagai Pahlawan Revolusi.
Pemerintah Orde Baru mengeklaim Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai pelaku penculikan, penyiksaan dan pembunuhan Pahlawan Revolusi.
Pasca-peristiwa tersebut banyak orang-orang dianggap berafiliasi dengan PKI ditangkap, disiksa, dibunuh dan ditahan tanpa proses peradilan.
Bahkan hingga saat ini, para korban dan keluarganya masih mendapat stigma karena status eks tahanan politik.
Hingga kini belum diketahui jumlah pasti korban tragedi kemanusiaan itu. Namun berbagai organisasi masyarakat sipil menduga tragedi 1965 memakan korban ratusan ribu hingga jutaan orang di seluruh Indonesia.
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Memasuki bulan Oktober 2021, pandemi Covid-19 belum berakhir. Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah masih akan menyalurkan beragam bantuan sosial / bansos pada bulan Oktober 2021.
Apa saja bantuan sosial / bansos yang akan dicairkan pada bulan Oktober 2021? Mari kita ulas satu demi satu bantuan sosial / bansos yang akan disalurkan pada bulan Oktober 2021 ini.
Pemerintah masih mencairkan beberapa bantuan sosial (bansos) di bulan Oktober 2021. Bantuan sosial / bansos yang akan cair pada bulan Oktober 2021tersebut antara lain berupa bantuan tunai hingga subsidi kuota internet bagi para pelajar/mahasiswa.
Bantuan sosial / bansos yang cair pada bulan Oktober 2021 ini masih dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Belum lama ini, pemerintah menaikkan anggaran program PEN dari Rp 699,43 triliun menjadi Rp 744,75 triliun.
Berikut ragam bantuan sosial / bansos pada bulan Oktober 2021:
1. Kartu Sembako Bansos
Salah satu bantuan sosial / bansos yang masih disalurkan pada bulan Oktober 2021 adalah Kartu Sembako. Masyarakat yang terdaftar dalam penerima Kartu Sembako akan mendapat bantuan sosial berupa uang tunai sekitar Rp 200.000 per bulan.
Untuk mendaftar menjadi penerima Kartu Sembako, masyarakat harus mendaftarkan diri sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kementerian Sosial (Kemensos). Nantinya dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Bantuan sosial / bansos lain yang akan cair pada bulan Oktober 2021 adalah Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah bantuan yang ditujukan untuk ibu hamil hingga anak sekolah.
Bantuan sosial PKH berupa uang tunai dan sembako. Besaran bantuan PKH akan disesuaikan dengan anggota keluarga penerima. Pemerintah sendiri telah menganggarkan Rp 28,31 triliun untuk 10 juta KPM.
Melalui PKH, keluarga yang memiliki ibu hamil/balita akan menerima bantuan Rp 3 juta per tahun. Sementara keluarga yang memiliki anak SD menerima Rp 900.000 per tahun, anak SMP Rp 1,5 juta per tahun, dan anak SMA Rp 2 juta per tahun.
Jika di keluarga tersebut ada penyandang disabilitas/lansia, maka bantuan sosial / bansos PKH pada bulan Oktober 2021 yang berhak diterima adalah Rp 2,4 juta. Jika keluarga memiliki 2 orang anak SD, maka bantuan sosial / bansos PKH pada bulan Oktober 2021 yang diberikan menjadi dobel, yakni Rp 900.000 ditambah Rp 900.000 per tahun. Artinya, keluarga tersebut mendapat dana tunai Rp 1,8 juta per tahun.
3. Bantuan Subsidi Upah
Selanjutnya, bantuan sosial / bansos yang akan cair pada bulan Oktober 2021 adalah bantuan subsidi upah (BSU). Pemerintah memberikan bantuan subsidi gaji (BSU) Rp 1 juta kepada pekerja dengan gaji maksimum Rp 3,5 juta.
Jika pekerja di wilayah PPKM yang UMK-nya di atas Rp 3,5 juta, maka menggunakan UMK sebagai batas kriteria upah. Bantuan subsidi upah ini bakal terus cair di bulan Oktober.
Ada beberapa kriteria yang sudah ditentukan pemerintah agar pekerja layak mendapat BSU. Salah satu kriterianya adalah memiliki nomor rekening aktif yang tercantum dalam data BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, pekerja yang mendapat BSU adalah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Naker hingga Juni 2021.
4. Bantuan Kuota Internet
Bantuan sosial / bansos lain yang akan cair pada bulan Oktober 2021 adalah bantuan kuota internet. Bantuan diberikan untuk murid, mahasiswa, hingga guru atau dosen.
Mendikbudristek Nadiem Makarim sempat menyebut, bantuan ini dicairkan pada tanggal 11-15 tiap bulan hingga Desember 2021. Mekanisme pencairannya adalah sebulan sekali selama 3 bulan di tiap tanggal 11-15 bulan tersebut.
Bantuan kuota internet akan menyasar pada 26,9 juta siswa, mahasiswa, dan guru/dosen dengan total anggaran Rp 2,3 triliun. Besaran kuota internet yang didapat bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk peserta didik PAUD sebesar 7 GB, peserta didik SD-SMA sebesar 10 GB, pendidik Paud-SMA 12 GB, dan mahasiswa/dosen 15 GB per bulan.
5. UKT
Kemudian, bantuan sosial / bansos yang akan cair pada bulan Oktober 2021 adalah bantuan uang kuliah tunggal (UKT). Bantuan UKT yang cair pada Oktober 2021 sebesar Rp 2,4 juta.
Bantuan sosial / bansos UKT diberikan kepada para mahasiswa aktif semester III, semester V, dan semester VII yang membutuhkan. Bantuan pun akan diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan dan bukan penerima bantuan lainnya, seperti KIP Kuliah maupun Bidikmisi.
Jika biaya kuliah lebih besar dari Rp 2,4 juta, maka selisih UKT dengan batas maksimal Rp 2,4 juta menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa. Bantuan UKT ini menyasar 310.508 mahasiswa dengan total anggaran Rp 745,2 miliar. Target penerima bantuan adalah 74 persen mahasiswa aktif dari 419.605 orang yang belum menerima bantuan lain.
6. Diskon listrik
Diskon listrik juga termasuk bantuan sosial / bansos yang kembali cair pada bulan Oktober 2021. Hal ini mengingat insentif listrik ini diperpanjang sampai bulan Desember 2021.
Semula, diskon listrik ini bakal berakhir pada bulan September 2021. Stimulus yang diberikan sampai akhir tahun ini meliputi diskon tarif listrik, dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen. Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,91 triliun untuk bantuan diskon listrik tersebut.
Dengan demikian, anggaran diskon listrik naik dari Rp 7,58 triliun menjadi Rp 9,49 triliun. "Untuk pelanggan yang 450 VA dan 900 VA, kita akan perpanjang hingga Desember 2021, dengan diskon 50 persen (450 VA) dan 25 persen (900 VA)," ujar Sri Mulyani beberapa waktu lalu.
7. Kartu Prakerja
Bantuan sosial / bansos lain yang bakal hadir di bulan Oktober 2021 adalah Kartu Prakerja. Pemerintah akan membuka pendaftaran gelombang selanjutnya, yakni gelombang ke-22 Kartu Prakerja. Hingga September 2021, pendaftaran baru sampai gelombang ke-21.
Gelombang ke-22 ini adalah gelombang tambahan menunggu kepesertaan yang dicabut dari gelombang sebelumnya. Peserta Kartu Prakerja yang lolos akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.
Rinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca-pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50.000 untuk tiga kali.
Itulah beragam bantuan sosial / bansos yang akan cair pada bulan Oktober 2021. Jika Anda termasuk salah satu penerima bantuan tersebut, siap-siap saja uang di rekening bertambah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Agustus 2021 mencapai 127.314 kunjungan. Realisai ini menunjukkan tren kunjungan wisman masih menurun.
Jika dibandingkan Juli 2021 yang sebanyak 135.438, kunjungan jumlah wisman Agustus 2021 turun 6 persen. Sedangkan jika dibandingkan Agustus 2020 yang sebanyak 161.549 kunjungan, maka jumlah kunjungan wisman Agustus 2021 turun 21,19 persen.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan asal negaranya, kebanyakan wisman berasal dari Timor Leste yakni mencapai 75.700 kunjungan, atau mencakup 59,5 persen dari total kunjungan wisman di Agustus 2021.
"Berdasarkan kebangsaan, porsi terbesar masih dari Timor Leste yaitu 59,5 persen," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (1/10/2021).
Di posisi kedua ada Malaysia dengan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 39.800 kunjungan, atau mencakup 31,3 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia di Agustus 2021.
Selanjutnya ada Papua Nugini dengan 2.400 kunjungan ke Indonesia, atau 1,9 persen dari total kunjungn wisman. Sementara dari berbagai negara lainnya tercatat ada 9.400 kunjungan wisman atau sekitar 7,3 persen dari total kunjungan sepanjang Agustus 2021.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
"Bila melihat berdasarkan kenaikan dan penurunan yang terbesar, secara bulanan maka Brunei Darussalam di Agustus 2021 meningkat 40 persen," ungkap Margo.
Ia merinci, kunjungan wisman dari Brunei Darussalam ada sebanyak 7 kunjung yakni naik 40 persen dari Juli 2021 yang sebanyak 5 kunjungan. Namun bila melihat secara tahunan, jumlahnya turun 12,5 persen dibandingkan Agustus 2020 yang sebanyak 8 kunjungan wisman.
Selain itu, kunjungan wisman dari Papua Nugini tercatat naik 19,14 persen di Agustus 2021 menjadi sebanyak 2.434 kunjungan dari bulan sebelumnya 2.043 kunjungan. Sementara jika dibandingkan Agustus 2021, jumlah kunjungan tersebut naik 146,6 persen.
Kunjungan wisman dari Hong Kong juga naik 8,06 persen menjadi 201 kunjungan dibandingkan Juli 2021 yang hanya 186 kunjungan. Sementara jika dibandingkan Agustus 2020, kunjungan tersebut meningkat signifikan 148,1 persen.
BPS mencatat ada tiga negara yang mencatatkan penurunan drastis pada tingkat kunjungan wisman ke Indonesia di Agustus 2021. Ketiganya yakni Prancis turun 79,74 persen dibanding Juli 2021 dan turun 62,9 persen dibanding Agustus 2020, serta Yaman dan Meksiko turun 100 persen baik secara bulanan maupaun tahunan.
"Jadi Yaman turun 100 persen, karena di Agustus tidak ada kunjungan, sementara pada bulan sebelumnya tercatat 24 kunjungan. Meksiko juga demikian, turun 100 persen karena di Agustus tidak tercatat kunjungan, di Juli ada 12 kunjungan," jelasnya.
JAKARTA, KOMPAS.com –Tarif Tol Malang-Probolinggo 2021 penting diketahui bagi para pengguna tol yang hendak melakukan perjalanan dari Malang ke Probolinggo.
Informasi seputar tarif tol Malang ke Probolinggo memang kerap dicari masyarakat untuk mengetahui biaya masuk tol dalam perjalanan dari Malang menuju Probolinggo atau sebaliknya.
Untuk menempuh perjalanan tersebut, terdapat sejumlah ruas tol yang harus dilalui. Tarif di ruas tol sepanjang Malang hingga Probolinggo berbeda-beda.
Karena itu, pelaku perjalanan perlu memahami berapa harga Tol Malang-Probolinggo 2021 untuk sekali perjalanan yang saat ini berlaku.
Sebelum mengetahui rincian tarif Tol Probolinggo-Malang 2021, sebaiknya pahami dulu rute perjalanan yang harus ditempuh agar tidak salah masuk gerbang tol.
Rute Tol Malang-Probolinggo
Setidaknya terdapat sejumlah ruas tol yang harus dilalui untuk perjalanan dari Malang menuju Probolinggo atau sebaliknya, yakni Tol Pandaan-Malang, Tol Gempol-Pandaan, Tol Gempol-Pasuruan, dan Tol Pasuruan-Probolinggo.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
Untuk memulai perjalanan dari Malang menuju Probolinggo, ruas pertama yang harus dilalui adalah Tol Pandaan-Malang.
Dalam hal ini, pengguna Tol Pandaan-Malang bisa memilih masuk di gerbang tol Lawang, Singosari, Pakis, atau Malang, tergantung titik awal perjalanan dimulai.
Kemudian, ikuti rute untuk melanjutkan perjalanan ke Tol Gempol-Pandaan. Selanjutnya, jangan sampai melanjutkan perjalanan hingga masuk jalur ke arah Surabaya.
Pasalnya, untuk menuju Probolinggo, pengguna tol harus memilih rute keluar untuk masuk ke Tol Gempol-Pasuruan menuju Bangil/Pasuruan.
Panduan rute tersebut juga penting diketahui bagi yang mencari informasi seputar tarif Tol Malang-Pasuruan 2021 atau tarif Tol Malang-Jember 2021.
Nah, jika sudah masuk ruas Tol Gempol-Pasuruan, lanjutkan perjalanan hingga masuk Tol Pasuruan-Probolinggo dan pastikan keluar gerbang tol terdekat sesuai tujuan.
Jangan sampai salah keluar pintu tol jika tidak ingin memambah waktu dan biaya perjalanan. Karena itu, penting mengetahui pintu tol terdekat yang berada di lokasi tujuan perjalanan.
Pasalnya, tarif Tol Singosari-Leces 2021 tentu berbeda dengan biaya Tol Malang-Probolinggo Barat atau jika memilih pintu keluar lainnya.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan pertumbuhan yang kuat di semester I/2021. Emiten ini meraih laba bersih Rp 532,5 miliar dari kerugian Rp 358 miliar periode yang sama tahun lalu (yoy). Sedangkan pendapatan mencapai Rp 3,57 triliun, atau naik 58,4% yoy.
Analis BRIDanareksa Sekuritas, Andreas Kenny, dalam risetnya melihat, rasionalisasi jumlah toko yang berfokus pada produktivitas toko, dengan modernisasi merchandising telah menghasilkan margin yang lebih baik.
Saat ini Andreas juga mengamati, kalau ada peningkatan gerai secara bertahap, dan LPPF kini terbuka untuk bekerjasama dengan Royal Sporting House dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), sementara gerai Sociolla kini kembali aktif dalam menarik pelanggan.
Menurutnya, saat ini masih ada ruang untuk perbaikan, karena perusahaan akan memulai strategi pembenahan dan mengembangkan bisnis online-to-online (O2O), dimulai dari penunjukkan Dewan Komisaris dan Direksi Independen untuk mempercepat inisiatif digital, dan meningkatkan tata kelola perusahaan (GCG).
Ia juga melihat, saat ini kolaborasi dengan perusahaan unicorn dimungkinan, terutama dengan perusahaan saudaranya, seperti MPPA yang telah bermitra dengan GoTo untuk inisiatif penjualan digitalnya.
Andreas memandang, upaya pembenahan dari LPPF mulai membuahkan hasil, dengan adanya biaya overhead yang lebih rendah, artinya membutuhkan pemulihan penjualan sebanyak 78% untuk mencapai profitabilitas ke level prapandemi.
Menurutnya, pendapatan yang baik di semester I/2021, tidak akan dilanjutkan di kuartal III/2021, karena adanya PPKM yang ketat, tetapi menurutnya di kuartal IV/2021 akan menandai dimulainya pemulihan.
Naiknya harga saham saat ini karena adanya rumor buy-out LPPF, sentimen pembukaan kembali, dan rencana buyback Rp 450 miliar dengan harga maksimal Rp 3.050 per saham.
Andreas rekomendasikan beli saham LPPF dengan target harga Rp 3.000 per saham.